Tentang Sekolah
Program Keahlian
Berita
Galeri
Bursa Kerja
Forum
Sejarah SekolahSejarah Awal Awalnya banyak umat yang sering berkonsultasi dengan para pastor setempat. Umumnya persoalan yang dibicarakan yaitu menyangkut penempatan ketenagakerjaan bagi mereka yang lulus dari sebuah sekolah. Seringnya umat yang berkonsultasi dilatar belakangi oleh kecenderungan umat yang kurang memahami orientasi dunia kerja dimasa mendatang bagi anak-anak mereka. Sasaran utama masyarakat umumnya, asal anaknya bisa sekolah di sekolah umum, semacam SMP atau SMA, tanpa memperhitungkan masalah bakat, minat dan kemampuan maupun kesempatan kerja yang diraih ataupun kemungkinan untuk studi lanjut. Akibat dari kecenderungan ini, muncul banyak pengangguran-pengangguran intelektual. Dalam rangka mencoba menyelami keadaan umat, khususnya dan masyarakat umumnya, serta ingin berbuat sesuatu guna tidak menambah pengangguran, maka pastor-pastor konggregasi missi (CM) yang salah satu karyanya bergerak di dalam bidang pendidikan, yakni Yayasan Mardiwijana berusaha membuka sebuah seolah kejuruan. Khususnya di Kotamadya Surabaya ini, maka diputuskan didirikan sebuah sekolah kejuruan “keteknikan” tingkat menengah atas, yakni STM.
Kedudukan Atas pilihan dan pertimbangan yang matang akhirnya nama STM yang dipilih dan dikenal sampai saat ini yaitu : SMK Katolik St. Louis Surabaya. Oleh pimpinan Yayasan Mardiwijana yang saat ini lebih dikenal dengan “Yayasan Lazaris”, ditetapkan pendiriannya bertepatan dengan pesta nama Santo Aloysius Gonzaga, yakni pada tanggal 21 Juni 1976. untuk selanjutnya sekolah ini dikelola oleh Romo-Romo konggregasi Misi (CM) Propinsi Indonesia. Dengan pendirian ini ditetapkan pula bahwa SMK Katolik St. Louis diperuntukan untuk umum. Sebagai pimpinan perintis dari pihak hirarki yaitu Romo Michael Utama Purnamam, CM. dari pihak awam yaitu J. Lomanto Suhandojo.
![]() Gambar 1. Bapak J. Lomanto Suhandojo
Untuk jabatan Ketua Yayasan Lazaris adalah Romo I soeharto, CM. kemudian pada tahun 1985-1999 oleh Romo Th. Tandyasukmana, CM. Tahun 1999-2005 dipimpin oleh Romo Anton Budianto Tanalepie, CM. tahun 2005-sekarang dipimpin oleh Romo Ev. Eko Prasetyo W, M.A, CM. Tujuan Kurikulum SMK Katolik St. Louis Surabaya pertama kali didirikan dengan tujuan mendidik tenaga teknik tingkat menengah yang terampil dan terpercaya. Tujuan tersebut adalah untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan memberi bekal kepada anak-anak yang kelak dapat bekerja sendiri, disamping masih dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Selain memiliki tujuan yang berorientasi kepada bidang akademik tersebut, sejak 1989/1990 SMK Katolik St. Louis juga menerapkan Sistem Pendidikan dengan sebutan “Kolese” , suatu istilah yang berasal dari bahasa latin “Collegium” yang artinya dimana orang datang untuk mencari dan mendapatkan bekal hidup bagi masa depannya. Dengan istilah baru ini SMK Katolik St. Louis ini benar-benar ingin meningkatkan pelayanan pendidikan terhadap para peserta didik demi persiapan masa depannya.
Perkembangan Fasilitas Pada tahun pertama, SMK Katolik St. Louis baru membuka satu jurusan saja, yaitu Elektronika Komunikasi. Untuk pelajaran teori dan menggambar menyatu dengan ruangan SMU Katolik St. Louis 1 di Jl. Polisi Istimewa 7 Surabaya, sementara itu kegiatan praktek meminjam Laboratorium LPK Elektronika Universitas Widya Mandala di Jl. Dinoyo 42 Surabaya. Baru 2 tahun kemudian dengan dana yang ada bisa membangun bengkel / laboratorium sendiri, agar kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan pada satu kampus.
Gambar 2. Gedung Sekolah tahun 1984 Gambar 3. Gedung sekolah saat ini Kehadiran sekolah kejuruan teknik SMK Katolik St. Louis ini ternyata mendapat sambutan dan tanggapan yang baik dari umat Katolik dan warga masyarakat luas. Hal ini terbukti dari banyaknya siswa baru yang masuk dan bermunculan permintaan tenaga kerja dari para lulusan oleh perusahaan / pabrik di Surabaya. Hasik prosentase kelulusan pun sejak angkatan pertama (1979/1980) bisa diraih 100 persen, walaupun pada mulanya untuk penyelenggaraan EBTA masih bergabung dengan sekolah lain. Baru pada tahun berikut oleh pemerintah, SMK Katolik St. Louis diberi kepercayaan menyelenggarakan EBTA sendiri, dan sejak tahun 1989/1990 hingga saat ini mendapat mandate sebagai Ketua Sub-Rayon 06 Rayon 01 Surabaya di dalam menyelenggarakan EBTA/EBTANAS maupun Test Kejuruan. Menanggapi kebutuhan tenaga kerja dari jurusan keteknikan lain, maka pada tahun ajaran 1980/1981, SMK Katolik St. Louis membuka program studi Mekanik Otomotif. Fasilitas praktek jurusan baru ini mendapat bantuan dari Bapak Singgih Gunawan, direktur CV. Gunawan Motor Surabaya, dan juga dari Bapak Ir. Hendro Gani, M.Sc selaku Direktur PT. Safari Megah Automotive Center Surabaya. Sedangkan untuk fasilitas praktek teknologi mekanik menggunakan bengkel material KODAM VIII Brawijaya. Dalam perjalanannya sebagaimana yang dialami oleh sekolah yang masih muda dalam usia, SMK Katolik St. Louis juga tidak luput dari berbagai kendala, baik menyangkut masalah sarana, pra-sarana, pengadaan guru dan semakin membludaknya siswa dari tahun ke tahun. Dengan semakin banyaknya kendala itu, tentunya sekolah membutuhkan tambahan jumlah lokal dan kelengkapan maupun perangkat studi lainnya, guna juga untuk mengantisipasi kemajuan teknologi yang kian pesat. Mulai tahun ajaran 1982/1983 dan seterusnya, SMK Katolik St. Louis oleh Yayasan diberi lahan tanah dan gedung kampus tersendiri. Gedung / kampus milik sendiri ini dilengkapi dengan ruang teori, ruang gambar, laboratorium yang memenuhi persyaratan pendidikan dan terletak di tengah kota : Jl. Tidar 117 Surabaya. Penyelenggaraannya pun dilakukan pada pagi dan siang hari. Sebagai langkah pengembangan, seiring dengan telah dimilikinya gedung sendiri, maka pada tahun ajaran 1982/1983 itu juga sekalligus membuka 2 program studi baru yaitu : Bangunan Gedung dan Listrik Arus Kuat, bekerja sama dengan CV Shanty Contractor. Namun sayang Jurusan Listrik Arus Kuat ini tidak dapat berlangsung lama karena sedikit peminatnya. Sebagai gantinya pada tahun ajaran 1983/1984 dibuka Jurusan baru lagi, bekerjasama dengan bengkel TJOKRO BERSAUDARA yakni : Mesin Konstruksi atau yang lebih dikenal dengan nama Mesin Tenaga, Program Studi Mekanik Umum. Seiring dengan mulai berkembangnya Teknologi Komputer di Indonesia, SMK Katolik St. Louis membuka jurusan Komputer. Namun gagasan baru ini terpaksa tidak dapat dilanjutkan karena todak adanya Kurikulum baku dari Depdikbud. Dengan demikian semenjak tahun ajaran 1983/1984 hingga 1998/1999, SMK Katolik St. Louis Surabaya telah menetapkan penyelenggaraan sekolah dengan membuka 4 jurusan yang meliputi : Elektronika (Program Studi : Elektronika Komunikasi), Otomotif (Program Studi : Mekanik Otomotif, Mekanik Kendaraan Bermotor), Mesin Tenaga (Program Studi : Mekanik Umum, Mekanik Industri Logam dan Las ), dan Bangunan (Program Studi : Bangunan Gedung). Dalam bidang penggunaan Kurikulum pada tahun ajaran 1982/1983 sesuai petunjuk Kabid DIKMENJUR Kanwil Depdikbud Propinsi Jatim, telah menggunakan kurikulum sekolah kejuruan tahun 1976. Seirama dengan Program Depdikbud, sejak tahun ajaran 1985/1986 telah dirintis penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) dengan dasar Kurikulum Pendidikan Kejuruan tahun 1984. Sampai saat ini pula telah diterapkan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan tahun 1994 dan mulai tahun ajaran baru 1996/1997 ini dalam usianya yang ke-21 diberlakukan penuh untuk semua kelas / jurusan. Pada tahun ajaran 1999/2000 telah diberlakukan Kurikulum baru yaitu Kurikulum SMK 1994 edisi tahun 1999. Berdasarkan pengalaman dan peralatan praktek yang ada di sekolah serta industri-industri pasangan, maka sekolah membuka program keahlian yang sesuai yaitu : - Bidang Keahlian Teknik Bangunan dengan program keahlian Gambar Bangunan (Design Interior, Computer Aided Design) - Bidang Keahlian Teknik Elektro dengan program keahlian Elektronika Audio Video - Bidang Keahlian Teknik Mesin dengan program keahlian : o Teknik Mesin Perkakas (Computer Numerically Controlled & Computer Aided Design) o Teknik Mekanik Otomotif (Teknik Kendaraan Bermotor) Dengan terjadinya krisis moneter berkepanjangan yang melanda Negara kita, mulai tahun 1998, seiring itu pula terjadi penurunan permintaan calon tenaga kerja dari industri tetapi ada juga permintaan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang baru dan berbeda, sehingga pada tahun 2004 program keahlian yang ada mengalami pengurangan dan sekaligus penambahan, yaitu : - Bidang Keahlian Teknik Elektro dengan program keahlian Teknik Audio Video - Bidang Keahlian Teknik Elektro dengan program keahlian Teknik Informatika Komersial - Bidang Keahlian Teknik Mesin dengan program keahlian : o Teknik Mesin Perkakas (Computer Numerically Controlled & Computer Aided Design) o Teknik Mekanik Otomotif (Teknik Kendaraan Bermotor). Dan pada tahun 2006 karena ada perubahan kurikulum dari 1994 ke 2004, maka pada tahun 2006 Bidang Keahlian Teknik Elektro dengan program keahlian Teknik Informatika Komersial diusulkan berubah menjadi Bidang Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, sehingga program yang ada menjadi : - Bidang keahlian Teknik Elektro dengan program keahlian Teknik Audio Video - Bidang keahlian Teknik Elektronika dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan - Bidang Keahlian Teknik Mesin dengan program keahlian : o Teknik Pemesinan o Teknik Mekanik Otomotif
Pengadaan Tenaga Pengasuh Mengenai tenaga guru, mula-mula hanya mempunyai seorang guru tetap Yayasan yang sekaligus merangkap sebagai Kepala Sekolah. Kemudian guru tetap bertambah menjadi 4 orang, dua diantaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri yang diperbantukan di sekolah. Tenaga guru lainnya, pada awal berdirinya SMK Katolik St. Louis diambilkan dari guru SMU Katolik St. Louis 1, SMK Negeri 1 Surabaya, dosen-dosen IKIP Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala dan ITS. Namun dalam perkembangan berikutnya, agaknya Pimpinan Yayasan tanggap akan kebutuhan pengadaan tenaga guru tersebut. Terhitung mulai tahun ajaran 1996/1997 ini, Yayasan telah menyeleksi dan mengangkat guru-guru tetap milik Yayasan sendiri, dan secara bertahap ingin mandiri dalam pengadaan ketenagakerjaan ini. Secara konkrit pada tahun pelajaran 2008/2009 seluruh guru dan karyawan berjumlah 77 orang yang terdiri atas 15 orang guru tetap, 1 guru negeri DPK, 39 orang guru tidak tetap, 6 orang pegawai tetap, 12 orang pegawai tidak tetap, dan 4 orang satpam.
Perkembangan Status Sekolah Yayasan pengelola sekolah mula-mula bernama “Mardiwijana”. Namun pada tahun 1986, tepatnya terhitung tanggal 1 Januari 1986 berubah nama menjadi Yayasan Lazaris Surabaya. Akhirnya segala upaya dan kerja keras selama ini membuahkan hasil yang patut disyukuri. Pada tahun ajaran 1986/1987, tepatnya tanggal 6 Januari 1987, dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No: 001/C/Kep/I/1987, SMK Katolik St. Louis Surabaya dinyatakan DISAMAKAN. Prestasi baik ini sesungguhnya bukan dimaksudkan untuk berbangga-bangga dan berpuas diri, melainkan justru merupakan tanda untuk terus dapat mempertahankan kualitas dan terus mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan masyarakat. Oleh karena itulah, SMK Katolik St. Louis terus berbenah diri, diantaranya melalui penyelenggaraan Lokakarya Pendidikan yang dihadiri oleh semua guru , penambahan alat praktek, peningkatan kedisiplinan siswa dan guru, dan sebagainya. Atas kerja keras dan ketekunan diiringi kerja sama yang terpadu, status sekolah ini tetap teruji bertahan dengan predikat DISAMAKAN melalui peninjauan / penilaian kembali oleh pejabat / pengawas Bidang DIKMENJUR Kanwil Depdikbud propinsi Jawa Timur pada tahun 1992, dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 31 Desember 1991 Nomor: 476/C/Kep/I/1991. Dan pada tahun 1996 ini akan diadakan proses Akreditasi ulang kembali setelah habis masa waktu status sekolah pada tahun 1992. dan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No: 16/C.C7.Kepo/MN/1997 status sekolah tetap bertahan dengan predikat DISAMAKAN. Pada tahun 2002 diadakan proses akreditasi ulang dan berdasarkan keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur Nomor : 421.03/74/108.09/2002 tanggal 5 April 2002 Status sekolah tetap bertahan dengan predikat “DISAMAKAN”. Disamping itu pada tahun 2002 juga dikategorikan menjadi SMK Kualifikasi Nasional, berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur Nomot : 421.5/318 a/108.9/2002 tanggal 10 Oktober 2002. Pada penghujung tahun 2007 diadakan proses akreditasi ulang kembali setelah habis masa waktu berlakunya dan berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Ssekolah/Madrasah (BAN/SM) : 1. Nomor Mk 002176 Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif memperoleh sertifikat akreditasi dengan peringkat A. 2. Nomor Mk 002177 Program Keahlian Teknik Pemesinan memperoleh sertifikat akreditasi dengan peringkat A. 3. Nomor Mk 002458 Program Keahlian Teknik Audio Video memperoleh sertifikat akreditasi dengan peringkat A. 4. Nomor Mk 002459 Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan memperoleh sertifikat akreditasi dengan peringkat A.
|











